Blog

5 HAL INI BISA MENGAJARKAN ANAK UNTUK DISIPLIN

September 6, 2021
/
Parenting
5 HAL INI BISA MENGAJARKAN ANAK UNTUK DISIPLIN image

Menerapkan kedisiplinan dalam berkegiatan sehari-hari bukan perkara mudah, apalagi dalam hal disiplin waktu. Pada umumnya, anak-anak belum mengerti mengapa mereka harus meletakkan barang yang telah mereka gunakan ketempatnya semula. Atau, mengapa mereka harus tidur lebih cepat padahal mereka masih ingin bermain. Atau mungkin disaat school from home saat ini, dimana anak-anak harus fokus memperhatikan layar dan mendengarkan penjelasan  guru. Tidak jarang, si anak malah asik dengan mainannya dan tidak peduli akan pelajaran yang disampaikan. Maka dari itu, disipilin waktu sangat penting dikenalkan dan diterapkan sejak usia dini, karena dapat berpengaruh besar untuk kehidupan dimasa depan. Namun tidak dipungkiri, menerapkan disiplin, khususnya disiplin waktu pada anak bukanlah hal yang mudah dilakukan. Eits, siapa bilang? Gampang kok! 5 hal ini bisa mengajarkan anak untuk disiplin!

TERAPKAN METODE WAKTU YANG KONSISTEN

waktu konsisten

Sebagai permulaan, yang bisa kita lakukan adalah menerapkan metode waktu dalam berbagai kegiatan anak. Misalnya, waktu belajar dibagi menjadi 3 sesi dalam sehari. Sesi pertama dilakukan pada pagi hari saat mereka mengikuti kegiatan sekolah online. Sesi kedua dilakukan pada siang atau sore hari untuk belajar hal baru atau bereksperimen dari apa yang baru mereka ketahui. Seperti memasak kue, belajar musik, belajar melukis, atau hal-hal menyenangkan lainnya yang mampu menggali minat dan bakat mereka. Sesi ketiga dilakukan pada malam hari untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah atau belajar mengenai agama.

Terkhusus sesi kedua dan ketiga berikan kebebasan waktu untuk mereka yang melakukannya. Tidak ada patokan waktu berapa lama mereka harus belajar. Biarkan mereka merasa nyaman dan pelan-pelan menyusun waktu mereka sendiri. Ketika mereka sudah terlihat capek dan bosan, kita dapat mengganti dengan aktivitas lain.
Kemudian, bagaimana dengan kegiatan lainnya diluar dari belajar? Ajak si Kecil berdiskusi dan lakukan kesepakatan yang harus disetujui kedua belah pihak. Tentunya, tanpa mengedepankan keegoisan kita sebagai orangtua dan mengabaikan pendapat anak. Hal ini, baik untuk psikologi anak lho!


BIARKAN ANAK MANDIRI

anak mandiri

Saat anak melakukan sesuatu dan mengalami kesulitan Moms hanya butuh percaya bahwa mereka bisa menyelesaikannya dengan baik dan secara mandiri. Tahan diri Moms yang ingin membantu mereka. Tunggu hingga mereka meminta bantuan dan jangan mengambil alih pekerjaan mereka sepenuhnya.

Hal ini dapat mengajarkan anak tentang bertanggung jawab dengan diri mereka sendiri. Sehingga mereka lebih berhati-hati dan disiplin dalam melakukan sesuatu. Selain itu, membiarkan anak mandiri dapat menimbulkan rasa percaya diri pada anak dalam kegiatan lainnya.

MENENTUKAN HUKUMAN JIKA MELANGGAR PERATURAN

hukuman untuk anak

Memukul atau mencubit mungkin menjadi bentuk hukuman yang sering kali kita dapatkan ketika kita kecil jika melakukan suatu kesalahan. Tapi seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu parenting, menghukum anak dengan memukul tidak lagi dianjurkan. Bahkan hal tersebut sudah masuk dalam kategori kekerasan pada anak dan bisa mengganggu psikologi dan menimbulkan trauma jangka panjang.

Ada banyak hal menarik yang bisa Moms terapkan sebagai hukuman jika melanggar peraturan dan tidak disiplin. Misalnya, mengurangi jam menonton televisi, menyita benda kesayangan, menghapus jam bermain game, atau bisa juga mengganti jam main mereka dengan bebenah kamar dan membantu Moms menyiram tanaman. Bukan hanya itu, masih banyak kegiatan lainnya yang bisa digunakan sebagai bentuk hukuman jika anak tidak disiplin. Maka, hindari memukul, mencubit, atau membentak pada anak.

BERSIKAP TEGAS SEBAGAI BENTUK DUKUNGAN

tegas sebagai bentuk dukungan

Cobaan terberat orangtua dalam mengajarkan disiplin pada anak adalah sikap kita sebagai orangtua itu sendiri. Orangtua dituntut untuk memiliki sikap tegas. Namun, tak sedikit dari kita yang kalah dengan rayuan maut serta rengekan anak. Sebagian lagi tidak konsisten dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat. Hal yang tidak kalah banyak adalah, alih-alih menjadi orangtua dengan sikap tegas kita malah menjadi orangtua arogan dan lebih banyak menuntut anak dibandingkan mendukung mereka. 

Tegas bukan berarti arogan atau memaksa kehendak. Tegas adalah bentuk dukungan untuk menciptakan kedisiplinan pada diri anak. Ciptakan komunikasi dua arah agar anak lebih memahami. Tanyakan apa yang membuat mereka tidak nyaman sehingga melanggar kesepakatan dan melakukan kesalahan. Beri penjelasan dan saran agar mereka bisa memperbaiki kesalahan mereka. Sehingga anak mampu mengontrol diri dan mengatahui bahwa kebebasan yang mereka miliki juga terdapat batasan-batasan yang tidak dapat dilanggar.

BERIKAN REWARD KEPADA ANAK

reward kepada anak


Setelah melakukan banyak kegiatan dan berperilaku baik tidak ada salahnya menghadiahi anak dengan hal-hal kecil yang menyenangkan. Misalnya, membuatkan makanan favorit mereka, bermain ke tempat kesukaan mereka, menambah jam main bersama teman, atau mungkin membelikan mainan yang sudah lama sekali mereka inginkan. 

Dengan memberikan hadiah tersebut, anak akan merasa bahwa disiplin dan berperilaku baik akan memberikan hal positif yang menyenangkan dalam hidup mereka. Sehingga mereka terbiasa dan mampu membedakan perilaku baik dan buruk. Ingat Moms tidak perlu yang mahal, hadiah sederhana saja sudah cukup membahagiakan mereka kok!


Nah itu dia sedikit tips dan trik yang dapat diterapkan untuk mengajarkan disiplin pada anak. Mengingat paragraph diatas, orangtua juga harus giat mencari formula yang tepat dan menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan. Untuk menutup, ingatlah satu pepatah bahwa anak adalah cerminan orangtua. Jadi, yang belajar disiplin bukan hanya si Kecil tapi kita juga sebagai orangtua mereka. Semangat untuk pribadi yang lebih baik Moms. Sampai jumpa diartikel selanjutnya ya!