Blog

FAKTA ATAU MITOS PASCA MELAHIRKAN

July 15, 2021
/
Parenting
FAKTA ATAU MITOS PASCA MELAHIRKAN image

Seperti yang kita ketahui, ada banyak cerita yang berkembang di kalangan masyarakat mengenai ibu yang baru melahirkan. Hal ini juga didukung oleh kepercayaan masyarakat kita akan mitos-mitos yang tidak memiliki keakuratan serta tidak memiliki rekam medis yang jelas. Bukan hanya satu atau dua cerita, tapi banyak sekali cerita atau kebiasaan yang malah menimbulkan stres pada ibu baru. Lalu, tahukah Mom apa saja fakta atau mitos pasca melahirkan yang berkembang di kalangan masyarakat kita? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Kenapa penting untuk si Kecil melakukan kegiatan tummy time? Baca artikel lengkapnya di sini.

IBU YANG MEMBERIKAN ASI PADA SI KECIL AKAN CEPAT TURUN BERAT BADANNYA

Mom pernah dengar judul di atas? Atau pernah dengar kalimat; “Tenang aja shay, kalau kamu ASI eksklusif berat badan kamu akan cepat turun kok!” No! No! No! Itu hanya mitos yang berkembang dengan pesat tanpa ada pembenaran ilmiahnya Mom!

Faktanya masing-masing tubuh manusia memiliki sistem metabolisme yang berbeda-beda. Tidak semua wanita dapat menurunkan berat badannya dengan mudah atau ibu yang baru melahirkan bisa dengan cepat mengalami penyusutan berat badan hanya karena memberikan ASI eksklusif kepada anak mereka. Kalau hal tersebut adalah fakta, bagaimana dengan para Mom yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif dan mengharuskan memberikan susu formula kepada anak mereka?

Menurut studi Cochrane Pregnancy and Childbirth Group, Inggris, hal terbaik untuk menurunkan berat badan adalah mengatur pola makan serta menerapkan olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh pasca melahirkan.

Namun terlepas dari hal tersebut menurunkan berat badan tidak perlu terburu-buru untuk Mom yang baru saja melahirkan. Karena seorang ibu membutuhkan banyak energi untuk mengurus anak serta kebutuhan rumah lainnya.

IBU YANG BARU MELAHIRKAN TIDAK BOLEH KELUAR RUMAH SEBELUM 40 HARI

Hal ini juga tidak kalah sering terdengar. Alasan kenapa tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari pun bervariasi, namun salah satu alasan yang sering terdengar adalah Mom yang baru melahirkan dengan proses caesar atau persalinan normal yang cukup sulit diharapkan untuk benar-benar pulih baru diperbolehkan untuk berkegiatan. 

Faktanya Mom yang baru melahirkan diperbolehkan untuk berkegiatan dengan tingkat kegiatan ringan diluar rumah agar tidak terjadinya risiko terbentuknya gumpalan darah akibat tubuh yang kurang aktif. Serta menjadikan kegiatan di luar rumah sebagai bentuk me time agar Mom tidak mengalami tekanan yang dapat menimbulkan stress bila di rumah saja. Semuanya kembali lagi ke kondisi fisik dan mental, karena yang terpenting adalah kesehatan ibu.

MENGGUNAKAN STAGEN ATAU KORSET UNTUK BENTUK PERUT KEMBALI SEPERTI SEMULA

Menggunakan stagen atau korset setelah melahirkan memang cukup popular di Indonesia. Hal ini diharapkan agar perut Mom bisa kembali ke bentuk semula seperti sebelum melahirkan. Penggunaan stagen atau korset yang kadang menyakitkan dan menimbulkan rasa nyeri ini ternyata tidak memiliki bukti ilmiah yang dapat dipercaya Mom, sehingga hal ini bisa dikategorikan sebagai mitos.

Bahkan jika tidak diperhatikan dengan benar, penggunakan stagen atau korset pada ibu yang baru melahirkan dapat menimbulkan pendarahan yang berlebih serta komplikasi pada Mom yang melahirkan dengan proses caesar. Efek ringan lainnya dapat menimbulkan gatal pada area tertentu, nyeri, serta ruam merah pada kulit.

Namun, banyaknya review positif dari ibu ibu jaman sekarang yang pro pada korset, ada baiknya menggunakan korset ketika mom sudah benar benar pulih dari proses penyembuhan melahirkan.

IBU YANG BARU MELAHIRKAN BERPOTENSI MENGALAMI DEPRESI

Perubahan bentuk tubuh, suasana rumah, serta kebiasaan lainnya pasca melahirkan cenderung memberi tekanan tersendiri untuk Mom. Kita sering mendengar baby blues syndrome atau depresi pasca melahirkan sebagai bentuk gangguan psikologi yang berpotensi Mom alami jika perubahan-perubahan tersebut tidak dapat Mom atasi dengan tepat. Ketidaksiapan tubuh serta mental dapat menjadi peran utama terjadinya hal tersebut.

Namun Mom jangan khawatir, jika Mom mengalami gangguan psikologi pasca melahirkan umumnya hal tersebut tidak berlangsung lama jika Mom mendapat dukungan dari orang terdekat, terlebih dukungan dari pihak pasangan. Gangguan psikologi ini juga hanya dialami sebagian kecil Mom saja yang baru menjadi seorang ibu. Nah salah satu cara yang dapat mom lakukan adalah mendengarkan seminar tentang hal ini dan jangan lupa untuk mengajak suami untuk mendengarkannya juga. Seminar mengenai ini dapat membantu menyadarkan dan mempersiapkan suami terhadap apa yang akan dihadapi bersama ketika si Kecil hadir di tengah-tengah keluarga. Peran suami sangat penting dalam menciptakan suasana yang menyenangkan bersama ibu baru agar ibu dapat melewati atau bahkan menghindari baby blues syndrome.  

 

Nah, itulah beberapa hal mitos atau fakta yang sering sekali kita dengar dan alami pasca melahirkan. Selain hal-hal yang sudah dituliskan di atas hal apa lagi sih yang sering terjadi pada Mom yang baru selesai melahirkan? Kita akan bahas di artikel selanjutnya ya!