Blog

BAHAYA BERSIKAP KERAS TERHADAP ANAK

March 12, 2021
/
Parenting
BAHAYA BERSIKAP KERAS TERHADAP ANAK image

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia tegas dan keras memiliki dua arti yang berbeda. Namun tidak jarang diantara kita menyamaratakan arti dari kedua kata tersebut. Sering kali orangtua berdalih bahwa sikap keras tersebut adalah bentuk ketegasan terhadap anak anak. Sebagai orangtua, kita harus paham bahwa sering kali sikap keras tersebut dapat disalah artikan sebagai kekerasan dalam bentuk verbal. Yuk kita sama sama belajar beberapa bahaya dari sikap keras yang dilakukan secara terus menerus.

Vera Itabiliana, seorang psikolog mengatakan bahwa bersikap keras dan membentak anak adalah Tindakan yang tidak perlu dilakukan karena tidak ada gunanya, untuk orangtua ataupun anak. Justru hal itu hanya membuang energi dan merusak hubungan orangtua dan anak. Banyak orangtua yang tidak menyadari bahwa sikap keras yang dilakukan dapat membentuk luka batin yang dapat membentuk dasar karakter anak di masa depan. Anak yang di didik terlalu keras juga cenderung tumbuh menjadi anak yang berperilaku kasar. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan sosial anak di masa depan.

Berikut ini beberapa dampak negatif dan bahaya bersikap keras terhadap anak. Yuk simak! Untuk membaca artikel lain bisa klik disini.

Muncul Rasa Cemas yang Berlebihan

Panic Attack

Anak yang dididik dengan keras akan sangat mudah merasakan cemas. Mereka selalu takut melakukan kesalahan meskipun kesalahan yang mereka buat masih bisa diterima dan dimaafkan. Jika terjadi secara berlebihan, hal ini akan merusak mental dan menghambat tumbuh kembang anak serta mempengaruhi kesehatan mereka. Tentunya hal itu juga tidak baik untuk masa depan anak.

Tidak Mampu Mengendalikan Emosi

emosi anak

Sejatinya seorang anak sangat cepat menangkap emosi orangtua mereka. Anak mempelajari banyak hal dari apa yang mereka lihat dan dengar diusia dini. Sehingga orangtua yang terlalu emosi dan melakukan kekesaran secara verbal terhadap anak akan membuat si anak mengalami kesulitan mengendalikan emosi. Terdapat anggapan pada anak bahwa emosi yang mereka keluarkan adalah benar dan wajar jika mereka lakukan. Padahal, tidak semua hal harus mendapatkan respon yang sama.

Tumbuh Menjadi Anak yang Keras Kepada dan Kasar

anak keras kepala

Pola asuh yang salah tidak akan menghasilkan karakter anak sesuai harapan. Justru anak akan memiliki karakter yang jauh sekali dari harapan orangtua. Hal ini terjadi karena adanya penolakan dari sisi anak terhadap keadaan dan situasi yang ia terima. Merasa tidak adil dan merasa bahwa ia tidak seharusnya diperlakukan dengan keras oleh orangtuanya. Kemudian tumbuh rasa ingin memprotes dengan bertindak keras kepala bahkan berperilaku kasar terhadap sekitarnya untuk membalas peralakukan dari kedua orangtua yang ia terima.

Tidak Memiliki Rasa Percaya Diri atau Bahkan Tidak Bisa Menerima Kekalahan

tidak percaya diri

Tindakan keras yang diterima anak juga berpengaruh pada rasa percaya diri anak. Seorang anak bisa saja tidak memiliki rasa percaya diri karena selalu cemas ia tidak dapat memberikan yang terbaik untuk kedua orangtua mereka. Atau anak akan merasa sangat percaya diri kerena selalu ingin menunjukkan sisi terbaik dari diri mereka namun sulit untuk menerima kekalahan dan merasa bahwa usaha yang telah mereka lakukan berakhir dengan sia-sia. Selanjutnya kekalahan yang meraka alami akan memperburuk keadaan psikologis si anak.

Berpotensi Menjadi Perundung

perundung

Merundung atau mem-bully adalah tindak kekerasan yang sangat dilarang keras dan kerap terjadi dilingkungan sekolah. Banyak orangtua mengkhawatirkan anaknya menjadi korban perundungan namun mengabaikan kenyataan bahwa anak mereka juga berpotensi menjadi pelaku perundungan. Menjadi pelaku perundungan juga dipengaruhi oleh tekanan keadaan yang mereka alami. Dan salah satunya adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh orangtua mereka saat berada di rumah. Bukan hanya itu, terdapat faktor-faktor pendukung lainnya yang bisa menjadikan seorang anak berpotensi menjadi pelaku perundungan.

Menilik dari bahayanya bersikap keras terhadap anak, mulai sekarang berhenti bersikap keras atau membentak anak. Coba mencari kalimat yg lebih pantas diterima dan bersikaplah layaknya orang dewasa yang patut disegani bukan ditakuti oleh anak. Karena itu hanya akan membahayakan anak. Bukan hanya sekarang tapi juga masa depan mereka.

Baca juga artikel lainnya disini untuk menambah informasi Moms!