Blog

MENGENALI STRES PADA ANAK

January 28, 2021
/
Parenting
MENGENALI STRES PADA ANAK image

Keluarga adalah lingkungan pertama yang dimiliki setiap anak untuk belajar banyak hal, termasuk belajar cara merespon suatu aksi. Anak akan menangkap setiap emosi yang ditunjukkan orangtua mereka, seperti emosi yang menunjukkan kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan emosi lainnya. Namun yang tidak kita sadari sebagai orangtua adalah tidak semua anak mampu mengendalikan dan memproses emosi yang mereka tangkap dalam melihat aksi orangtua. Ketika anak tidak mampu mengendalikan emosi maka stres akan menyerang dan sering kali orangtua tidak mengenali stres pada anak. Karena hal tersebut masih dianggap tabu dan memiliki stigma negatif terhadap orangtua.

Yuk kita kenalan dulu, apa sih yang dimaksud dengan stres? Seperti yang kita ketahui stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar, seperti lingkungan keluarga, pertemanan, maupun sekolah. Selain itu, rasa stres juga muncul dari dalam diri sendiri ketika ada perbedaan antara hal yang ingin dicapai dengan kemampuan diri sendiri. Bila hal itu terus dialami anak maka akan berdampak buruk dan menimbulkan rasa ketidaknyamanan, ketidakpercayaan, cedera, ataupun sakit yang tidak dapat dihadapi oleh mereka.

Salah satu pemicu stres yang kita tidak sadari sebagai orangtua adalah ketika secara tidak sengaja mereka mendengar atau melihat pertengkaran orangtua, diabaikan ketika mereka sedang bercerita dan atau ketika mereka terpapar informasi masalah social yang belum sesuai dengan usianya.



Kenali ciri-ciri stres pada anak

Perlu kita ketahui bahwa sulit untuk seorang anak mengatakan sesuatu yang mereka rasakan. Rasa takut dan ketidakpercayaan diri mudah dipicu ketika seorang anak kerap kali tidak mendapatkan perhatian penuh saat mereka bercerita.

Seorang anak pun tidak menyadari atau memproses rasa ketidakpercayaan diri, ketakutan atau stress yang mereka alami. Nah yuk, ketahui ciri-ciri anak yang mengalami stres:

  • Cenderung berperilaku negatif, cemas, khawatir, gelisah
  • Seorang anak akan memiliki rasa takut berlebih, seperti tiba tiba takut gelap, tiba tiba takut tidur sendiri atau takut pergi sekolah
  • Perilaku agresif, seperti marah, mengamuk, merajuk, membanting barang dan mengeluh tanpa henti
  • Menarik diri dari keluarga atau pergaulan
  • Menjadi lebih pendiam
  • Sering tidak enak badan tanpa penyebab yang pasti
  • Perubahan nafsu makan secara drastic
  • Sulit tidur dan sering terbangun saat malam hari
  • Sulit konsentrasi dan tidak bersemangat dalam menjalankan aktivitas apapun


Dampak stres yang dialami anak

Saat anak sudah menunjukan beberapa gejala stres sebaiknya tidak diabaikan dan harus segera diatasi. Karena hal ini akan memberikan dampak negatif pada jangka yang panjang dalam kehidupan mereka.

Dampak negatif dari stres adalah anak lebih rentan mengidap gangguan jiwa seperti depresi, mengalami kekurangan gizi atau kelebihan berat badan yang dikarenakan perubahan nafsu makan yang drastis, dan prestasi di sekolah pun akan terganggu karena sulitnya berkonsentrasi.

Bukan hanya itu, stres pada anak juga mempengaruhi kehidupan sosial mereka. seperti kesulitan untuk mempercayai orang lain, kesulitan untuk memulai percakapan dengan teman dan lainnya.

Cara mengatasi stres pada anak

Mengetahui dampak buruk yang timbul karena stres pada anak ada banyak hal yang bisa dilakukan orangtua demi membantu anak menghadapi permasalahan mereka. Berikut adalah tips menghadapi stres pada anak:


  • Dengarkan Mereka

Berikan pemahaman sederhana kepada anak tentang apa yang mereka alami. Awali dengan menanyakan bagaimana hari mereka agar bisa mengetahui lebih lanjut apa yang sedang mengganggu pikiran mereka beberapa hari belakangan. Dengarkanlah keluh kesah anak tanpa menyanggah setiap perkataan mereka. Berikan mereka ruang dan waktu jika si anak belum siap untuk bercerita, jangan memaksa, tetapi berikan rasa hangat bahwa orangtua akan selalu ada untuk mendengarkan. Riset membuktikan, menyanggah setiap perkataan anak hanya akan memperburuk situasi, membuat mereka merasa takut dan tidak nyaman.


  • Ciptakan Komunikasi Dua arah

Ketika anak mengalami stres, mereka cenderung bertingkah atau berbuat nakal diluar dari biasanya. Usahakan untuk tidak memberi respon berlebihan atau langsung memarahinya, karena anak akan mencontoh dan meluapkan emosinya dengan cara yang salah pula. Daripada memarahinya, lebih baik menciptakan komunikasi dua arah dan mencoba untuk mengerti psikologis anak yang mengalami stres. Mengelola emosi bukan hal yang mudah, bahkan untuk seorang dewasa sekalipun.




  • Quality Time 

Luangkan waktu berkualitas bersama anak tanpa gadget. Lakukan aktivitas yang mereka sukai, seperti menonton televise bersama atau membaca buku favorit mereka. Berikan rasa percaya bahwa orangtua akan selalu ada untuk mereka dalam setiap keadaan. Ciptakan suasana rumah yang tenang dan aman sehingga stress yang dialami dapat pulih dengan cepat. Jika stres yang dialami tidak kunjung membaik, ada baiknya untuk berkonsultasi pada psikolog anak.



Setelah membaca artikel ini, semoga kita lebih mengenal stres pada anak dan tidak menganggap hal ini sebagai hal yang tabu. Jangan menyepelekan stres pada anak! Karena pada dasarnya, bermain adalah dunia kecil yang harus mereka nikmati, bukan stres yang penuh tekanan.